Kapal Gagal Berangkat, Penumpang Terlantar Dapat Bantuan Kesehatan

Kapal Gagal Berangkat, Penumpang Terlantar Dapat Bantuan Kesehatan – Halo sobat SeloGangsal.com apa kabar hari ini, semoga baik-baik saja. Kali ini saya akan membagikan sebuah informasi yang mungkin akan berguna untuk sobat semua tentang Kapal Gagal Berangkat, Penumpang Terlantar Dapat Bantuan Kesehatan Cekidot gan.

Penumpang tujuan Kangen dan Masalembu terlantar di Kaliangrt lantaran kapal tak berangkat takut hantaman gelombang besar, Rabu (3/7/2013)

pusawi.blogspot.com – Kapal penumpang tujuan ke kepulauan Sumenep, Provinsi Jawa Timur seperti Pulau Kangean dan Masalembu gagal berangkat dari Pelabuhan Kalianget lantaran cuaca buruk dan gelombang besar setinggi 3,5 meter. Akibatnya ratusan penumpang menginap dan terlantar di Pelabuhan Kalianget Sumenep.

Salah satu penumpang tujuan Pulau Masalembu, Buriyati (35), mengatakan, dirinya baru tahu kapal tidak berangkat saat sudah sampai di pelabuhan. Padahal ia bersama puluhan penumpang lainnya tidak punya banyak uang untuk menyewa tempat di penginapan. Sehingga alternatif satu-satunya adalah tidur di pelabuhan sampai menunggu kapal berangkat.

“Saya terpaksa tidur disini menunggu kapal berangkat,” kata Buriyati (35) kepada detikcom, Rabu (3/7/2013).

Sementara itu, puluhan penumpang tujuan Pulau Kangean sebagian terpaksa tidur di dalam kapal yang masih bersandar di dermaga. Mereka mengaku akan tetap berada di dalam kapal sampai kapal diberangkatkan atau jika cuaca sudah membaik.

Ada tiga operator kapal yang melayani lintasan kepulauan yakni kapal perintis KM Sabuk Nusantara 27 yang melayani lintasan Kalianget ke Pulau Masalembu, kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) 1, dan kapal cepat Ekspres Bahari 2C yang melayani lintasan Pelabuhan Kalianget ke Pulau Kangean dan Sapeken.

Sementara itu, menurut prakiraan dari BMKG Cabang Kalianget, Sumenep, kecepatan angin saat ini mencapai 24 knot atau sekitar 50 km perjam dan gelombang mencapai 3,5 meter untuk perairan kepulaun Kabupaten Sumenep. Perlu diwaspadai terutama bagi para kapal dan nelayan untuk tidak melakukan aktivitas sementara sampai tujuh hari kedepan.

“Cuaca buruk kemungkinan berlangsung sampai tujuh hari kedepan,” jelas Joko Sulistiyo, kepala cabang BMKG cabang Kalianget, Sumenep.

Hasil pantauan pusawi.blogspot.com, terlantarnya sejumlah penumpang asal kepulauan Kapal di Pelabuhan Kalianget akibat cuaca buruk mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep.
 

Terbukti, Rabu (3/7/2013), Dinkes mengerahkan tim medis terdiri dari dokter dan perawat ke Pelabuhan Kalianget. Mereka membantau sekaligus memeriksa kondisi kesehatan penumpang selama berada di Pelabuhan.
Penumpang mendapat perawatan dari Dinkes Sumenep
 Kepala Dinkes Sumenep, Riska Anugerah Rahadi menuturkan, pihaknya memang sengaja melakukan pantauan terhadap kesetan penumpang secara rutin bila ada penumpang yang terlantar.

”Kami memang memerintahkan Pimpinan Puskesmas Kalianget untuk mendatangkan petugasnya ke Pelabuhan memantau kondisi penumpang. Dan kami rutin memang melakukan hal ini, seperti beberapa waktu lalu contohnya terhadap pengungsi bencana tanah ambles di Rubaru,” katanya kepada pusawi.blogspot.com, di Pelabuhan Kalinget, Rabu (3/7/2013)
Menurut Riska, sejauh ini, Instansinya dinilai belum perlu mendirikan Posko Khusus di Pelabuhan untuk mengatasi penumpang. Namun, pada waktu dan jam tertentu, petugas secara rutin ke Pelabuhan untuk memastikan kemungkinan adanya penumpang yang sakit. ”Saya kira tidak perlu mendirikan Posko atau menetap di Pelabuhan. Cukup pemantauan, hal ini agar tugas di Puskesmas sendiri tidak terbengkalai,” terangnya.
Riska menegaskan, Dinkes tidak ingin, calon penumpang asal Kepulauan yang terlantar tidak menderita sakit. Sehingga kondisinya perlu dipantau selama berada di Pelabuhan sambil menunggu cuaca kondusif. 
”Kami harapkan cuaca segera kondusif sehingga mereka tidak terlantar lagi,” harap Mantan Kabid Evaluasi dan Infomasi RSUD Sumenep ini.
Sementara itu, Wabub Sungkono menambahkan, Instansi terkait di antaranya Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah termasuk Dinkes melakukan pemantauan. Bahkan, Pemkab siap menyuplai makanan terhadap para penumpang selama di Pelabuhan.
”Kalau ada intruksi atau permintaan mengenai persediaan makanan itu, kami suplay melalui Camat setempat. Kebetulan anggaran baik di Dinsos atau BPBD ada untuk bantuan itu,” ujar Sungkono.
Sungkono mengemukakan, hingga saat ini, kapal tahan ombak yang dibuat Pemprov untuk melayani ke kepulauan Sumenep belum tuntas.

“Namun, kami akan kordinasi dengan Angkatan Laut untuk menyiapkan Kapalnya apabila armada di Pelabuhan Kalianget tidak bisa digunakan akibat cuaca buruk,” ujar Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumenep ini.(md)


Terima kasih sudah sudi mampir dan membaca sedikit ilmu dari www.selogangsal.com semoga kalian senang dengan apa yang sudah saya berikan kepada anda semua.

Sumber artikel : Informasi Terkini

Kapal Gagal Berangkat, Penumpang Terlantar Dapat Bantuan Kesehatan | ArDiaN | 4.5