Kisah Penjual Kopi di Sekap 3 Preman

Kisah Penjual Kopi di Sekap 3 Preman – Halo sobat SeloGangsal.com apa kabar hari ini, semoga baik-baik saja. Kali ini saya akan membagikan sebuah informasi yang mungkin akan berguna untuk sobat semua tentang Kisah Penjual Kopi di Sekap 3 Preman Cekidot gan.

Ilustrasi

pusawi.blogspot.com – Setelah disekap dan disiksa selama 3 hari, H akhirnya berhasil melarikan diri dari bedeng tempat dirinya disekap, yang terletak di dekat Pintu Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Wanita berusia 46 tahun tersebut kabur para preman durjana penyekapnya masih terlelap.

“Saat mereka sedang tidur saya keluar,” kata H di Mapolres Metro Jakarta Barat, Minggu (15/9/2013). Menurut H, di dalam rumah bedeng tersebut terdapat 3 pria yang menyekapnya.

Saat keluar bedeng, tangan H masih dalam kondisi terikat. H juga dalam kondisi telanjang karena selama penyekapan dia mengalami penyiksaan dan menerima perlakuan keji dari para penyekap.

Menurut H, dirinya sempat dikira sebagai orang gila, sebab lari dalam kondisi telanjang bulat. “Akhirnya saya lari ke satpam apartemen untuk meminta pertolongan,” tutur H.

H disekap sejak Jumat 13 September yang lalu. Nasib tragis itu bermula saat sejumlah pria memalaknya, meminta Rp 100 ribu saat dirinya berjualan kopi di Pintu Tol Kebon Jeruk. Namun permintaan itu tidak dipenuhinya.

Karena tidak diberi uang, para pria biadab itu menyekapnya di sebuah bedeng di dekat Pintu Tol Kebon Jeruk. Selama disekap, H disiksa. Disundut rokok, ditetesi lelehan plastik yang dibakar, bahkan kemaluannya dimasuki kayu oleh pelaku.

Akhirnya, H kabur sekitar pukul 05.0 WIB Minggu Pagi. Setelah mendapat laporan H, polisi menangkap Frengky yang diduga sebagai otak penyekapan dan penyiksaan ini. Frengky pula yang diduga memasukkan kayu ke kemaluan H.

Saat melakukan penyekapan, ternyata para preman sempat menelepon anak H. Melalui telepon itu, para preman memberi tahu soal penyekapan wanita berusia 46 tahun yang bekerja sebagai penjual kopi tersebut.

“Para pelaku sempat menelepon anak saya, mereka bilang kalau saya sedang disiksa,” kata H di Mapolres Metro Jakarta Barat, Minggu (15/9/2013).

Menurut H, para pelaku menelepon anaknya dengan telepon selulernya. Namun, pembicaraan tersebut tidak berlangsung lama. “Kemudian ditutup,” tambah H.

Meski demikian, selama 3 hari penyekapan itu tidak ada laporan tentang penyekapan itu dari anak maupun keluarga H ke Polres Jakarta Barat. Kasus ini baru terungkap setelah H melarikan diri. Sampai saat inipun belum ada keluarga H yang datang ke Mapolres Metro Jakarta Barat.

Polisi masih melakukan pengejaran terhadap 2 pelaku lain yang terlibat penyekapan dan penganiayaan pedagang kopi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Bahkan, salah satunya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus serupa.

“Kami masih buru para pelaku. Satu orang di antaranya merupakan DPO Polres Jakarta Barat,” kata Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi, Minggu (15/9/2013).

Hengki menjelaskan, pelaku tak disebutkan identitasnya ini pernah menculik anak usia 4 tahun. Penculikan ini dilatarbelakangi masalah utang-piutang.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penelusuran di lokasi yang berpotensi menjadi tempat persembunyian para tersangka. Sementara motif pelaku melakukan penyekapan dan penganiayaan pun masih didalami.

“Motif sesungguhnya penyekapan dan penganiayaan ini masih didalami. Karena pengakuan korban dan pelaku masih belum klop,” tandasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap 1 pelaku utama kasus penyekapan dan penganiayaan pedagang kopi, H. Pelaku terpaksa ditembak bagian kakinya karena berusaha kabur dan melawan saat ditangkap.

Sementara, 20 orang lainnya yang ditangkap di 4 lokasi berbeda masih menjalani pemeriksaan terkait kemungkinan keterlibatan mereka dalam kasus premanisme. (jk)

Obat Pembesar Penis Herbal, Buktikan Sekarang!

Terima kasih sudah sudi mampir dan membaca sedikit ilmu dari www.selogangsal.com semoga kalian senang dengan apa yang sudah saya berikan kepada anda semua.

Sumber artikel : Informasi Terkini

Kisah Penjual Kopi di Sekap 3 Preman | ArDiaN | 4.5