Pastor Katolik di NTT Divonis Mati Karena Bunuh Biarawati dan 2 Anak Hasil Zinanya

Pastor Katolik di NTT Divonis Mati Karena Bunuh Biarawati dan 2 Anak Hasil Zinanya – Halo sobat SeloGangsal.com apa kabar hari ini, semoga baik-baik saja. Kali ini saya akan membagikan sebuah informasi yang mungkin akan berguna untuk sobat semua tentang Pastor Katolik di NTT Divonis Mati Karena Bunuh Biarawati dan 2 Anak Hasil Zinanya Cekidot gan.

Seorang pastor di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Herman Jumat Masan alias Herder, divonis mati oleh Mahkamah Agung (MA). Dia terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap biarawati pacarnya, Mery Grece dan dua anak hasil hubungan gelap keduanya. Herman juga terbukti menyembunyikan mayat pacar dan dua anaknya itu.

Putusan MA melalui Majelis Kasasi yang terdiri dari dari Hakim Agung Timur Manurung sebagai ketua, Hakim Agung Gayus Lumbuun dan Hakim Agung Dudu Duswara, menilai Herman Jumat terbukti melanggar Pasal pembunuhan berencana 340 KUHP junto pasal 65 ayat (1) KUHP, Pasal 338 KUHP Junto Pasal 65 ayat (1) dan Pasal 181 KUHP karena menyembunyikan mayat agar kematiannya tidak diketahui orang.

Herman dihukum penjara seumur hidup oleh pengadilan tingkat pertama dan banding. Di tingkat kasasi, putusan MA itu memperberat vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Maumere dan Pengadilan Tinggi Kupang yang menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup mengubahnya menjadi hukuman mati.

Berikut ini kronologi kasus Pastor Herman Jumat Masan, seperti dilansir merdeka.com:

Tahun 1995

Herman sedang menjalani praktik pastoral, sementara Mery yang nama aslinya Yosephine Karedok Payong adalah mahasiswa di tempat yang sama STFK Ledalero.

Pertengahan 1997

Herman Jumat Masan alias Herder, sarjana filsafat teologi itu berkenalan dengan Merry Grace sekitar tahun 1997. Keduanya kemudian bekerja di Desa Lela, Sikka, NTT.

Herman sedang menjalani praktik pastor, sementara Merry seorang mahasiswa di STFK Ledalero. Merry kemudian bekerja di RSU Lela.

Pada akhir 1998

Herman dan Merry pacaran hingga Mery hamil pada 1998. Merry kemudian dikeluarkan dari tempat dimana ia bekerja.

Juni 1999

Anak pertama Merry lahir. Namun anaknya itu dicekik hingga mati lalu dikuburkan di depan kamar Herman.

2001

Merry hamil anak kedua

Maret 2002

Herman membunuh anak kedua dan Merry

Pertengahan 2011 hingga akhir 2012

Keluarga mencari Merry dengan menggelar ritual. Akhir tahun 2012 hasil upacara adat yang disebut bau lolon itu menunjukkan, Merry sudah meninggal. Orangtua Merry kemudian melapor ke polisi di Maumere.

27 Januari 2013

Jenazah Merry digali. Penggalian dilakukan di tempat di mana Herman sering mengajak Merry berdoa sesuai kesaksian. Di tempat itu ditemukan perlak (plastik), rambut, tulang belulang, gigi, dan cincin milik Merry.

Kawat yang dipasang pada gigi Merry oleh seorang perawat gigi di Lela masih tampak utuh, cincin emas milik korban dengan tulisan "MG" masih ada.

24 Juli 2013

Jaksa menuntut Herman dengan hukuman mati

19 Agustus 2013

Pengadilan Negeri Maumere menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup. Putusan ini dikuatkan pengadilan tinggi.

11 Februari 2014

MA menjatuhkan hukuman mati kepada pastor Herman Jumat Masan, atau lebih berat dari vonis pengadilan negeri dan pengadilan tinggi sebelumnya. (bms)
– See more at: http://gemaislam.com/berita/indonesi….8kOQTcsg.dpuf

=========================================================================== ======

haleluya

Terima kasih sudah sudi mampir dan membaca sedikit ilmu dari www.selogangsal.com semoga kalian senang dengan apa yang sudah saya berikan kepada anda semua.

Sumber artikel : Blog berita terkini

Pastor Katolik di NTT Divonis Mati Karena Bunuh Biarawati dan 2 Anak Hasil Zinanya | ArDiaN | 4.5